Hubungan CMC dengan Tiga Model Komunikasi (Intrapersonal, Interpersonal, Hyperpersonal)

NAMA : LARAS MAHARANI
NIM : F1C009004
JURUSAN: ILMU KOMUNIKASI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik


BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Computer-Mediated Komunikasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa CMC dapat menyebabkan banyak perubahan dalam cara orang berkomunikasi satu sama lain dan dapat mempengaruhi pola komunikasi dalam jaringan sosial seperti facebook, twitter, dll yang sekarang ini banyak digunakan oleh orang-orang untuk berkomunikasi. Dengan kata lain, CMC menyebabkan dampak sosial. Rice & Gattiker (2001) menyatakan bahwa CMC berbeda dari komunikasi tatap muka. CMC membatasi tingkat sinkronisitas interaksi yang dapat menyebabkan penurunan interaktivitas. Selain itu, CMC dapat mengatasi dependensi ruang dan waktu. Bersama dengan argument ini penggunaan secara keseluruhan menggunakan hasil CMC di beberapa perbedaan dengan komunikasi tatap muka.
b. Rumusan Masalah
1. Bagaimana definisi dan karakteristik CMC?
2. Apa definisi secara lengkap mengenai komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, dan komunikasi hyperpersonal?
3. Bagaimana hubungan CMC dengan ketiga teori komunikasi tersebut?






BAB II
PEMBAHASAN

Computer-mediated Communication (CMC) didefinisikan sebagai suatu transaksi komunikasi yang terjadi melalui penggunaan dua atau lebih komputer jaringan. Penelitian CMC berfokus terutama pada dampak sosial yang berbeda yang didukung teknologi komunikasi komputer. Banyak studi baru-baru ini melibatkan internet berbasis jaringan sosial yang didukung oleh perangkat lunak sosial.
Berbagai bidang studi fenomena dari ahli yang dapat dijelaskan di bawah payung istilah CMC. Misalnya, banyak mengambil ‘PSIKOLOGI KOMUNIKASI’ pendekatan CMC dengan melihat bagaimana manusia menggunakan "komputer" (atau media digital ) untuk mengelola interaksi interpersonal, jejak bentuk, membentuk, dan mempertahankan hubungan. Studi-studi ini sering difokuskan pada perbedaan antara online dan interaksi offline, meskipun penelitian kontemporer bergerak ke arah pandangan bahwa CMC harus dipelajari sebagaimana tertanam dalam kehidupan sehari-hari.
Cara manusia berkomunikasi dengan profesional, sosial, dan lingkungan pendidikan sangat bervariasi, tidak hanya tergantung pada lingkungan tetapi juga metode komunikasi di mana komunikasi terjadi.
Salah satu bentuk populer CMC adalah e-mail. Selain itu weblog (blog) juga menjadi popular yang semakin baik memungkinkan pengguna untuk setiap "menjadi publisher mereka sendiri".

a. Komunikasi Intrapersonal
Dalam komunikasi intrapersonal, setiap orang mempersepsi stimuli sesuai dengan karakteristik personalnya, maka dalam ilmu komunikasi, pesan diberi makna berlainan oleh orang yang berbeda. Words don’t mean, people mean. Kata-kata tidak mempunyai makna, oranglah yang memberi makna.

Komunikasi intrapersonal meliputi sensasi, persepsi, memori, dan berpikir. Sensasi adalah proses menangkap stimuli. Persepsi adalah proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Dengan kata lain, persepsi mengubah sensasi menjadi informasi. Memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berfikir adalah mengolah dan memanipulasikan informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan respons.
Apabila kita tarik benang merah antara komunikasi intrapersonal dengan teori CMC, dari segi persepsi, kita dapat mengambil contoh kasus seperti ini: ketika seseorang sedang berkomunikasi dengan seorang yang tak dikenalnya melalui dunia maya/internet seperti yahoo messenger dan windows live messenger, seseorang itu dapat membuat sebuah persepsi mengenai lawan bicaranya dari segi tata bahasa, model tulisan, isi pembicaraan, dll. Apabila lawan bicaranya cerdas, asik, dan nyambung, maka terbentuklah komunikasi yang efektif. Akan tetapi apabila lawan bicaranya terlalu berlebihan dan tidak nyambung, pasti komunikasi tidak akan berjalan secara baik.

b. Komunikasi Interpersonal
Kita dapat memahami makna atau pengertian dari komunikasi interpersonal dengan
mudah jika sebelumnya kita sudah memahami makna atau pengertian dari komunikasi intrapersonal. Seperti menganonimkan saja, komunikasi intrapersonal dapat diartikan sebagai penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri. Jadi dapat diartikan bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang membutuhkan pelaku atau personal lebih dari satu orang. R Wayne Pace mengatakan bahwa komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung antara 2 orang atau lebih secara tatap muka. Komunikasi Interpersonal juga berlaku secara kontekstual bergantung kepada keadaan, budaya, dan juga konteks psikologikal. Cara dan bentuk interaksi antara individu akan tercorak mengikuti keadaan-keadaan.
Menurut Drs. Jalaluddin Rahmat, M.Sc. lewat bukunya yang berjudul Psikologi
Komunikasi, beliau menjelaskan tentang sistem dalam komunikasi interpersonal, seperti:
• Persepsi Interpersonal
• Konsep Diri
• Atraksi Interpersonal
• Hubungan Interpersonal.
• Dalam tulisan ini, Tim Penulis hanya menjelaskan point hubungan interpersonalnya saja. Karena Tim Penulis beranggapan, pembahasannya terlalu rumit dan dianggap dalam point hubungan interpersonal pembahasannya jelas sehingga mudah dimengerti.

Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik.
Kegagalan komunikasi sekunder terjadi, bila isi pesan kita dipahami, tetapi hubungan di antara komunikan menjadi rusak. Anita Taylor mengatakan Komunikasi interpersonal yang efektif meliputi banyak unsur, tetapi hubungan interpersonal barangkali yang paling penting. Jadi, untuk menumbuhkan dan meningkatkan hubungan interpersonal, kita perlu meningkatkan kualitas komunikasi.
CMC merupakan salah satu sumber dalam meningkatkan kualitas komunikasi. Apalagi komunikasi interpersonal semakin berkembang dengan adanya internet. Salah satu contoh kasus sebagai berikut: Suatu hari dua orang yang berasal dari Sumatera dan Maluku bertemu secara face-to-face, lalu mereka memutuskan untuk bertukar alamat e-mail masing-masing demi terus menjaga kelangsungan komunikasi keduanya. Lewat internet, mereka tetap bisa berkomunikasi walaupun jarak jauh. Dari kasus diatas, diawali dari komunikasi interpersonal, dua orang tersebut dapat mengembangkan komunikasi melalui CMC.

c. Komunikasi Hyperpersonal
Dalam beberapa kasus, tingkat kasih sayang dan emosi yang berkembang melalui hubungan CMC dapat sama atau melampaui-to-face hubungan muka. Walther (1996) menyebut fenomena ini komunikasi hyperpersonal. Hyperpersonal CMC terjadi ketika CMC “sosial lebih diinginkan daripada kita cenderung mengalami di {FTF paralel Face-to-Face interaksi}”
Walther (1996) menunjukkan bahwa empat perbedaan terkait unsur-unsur pengaruh CMC Hyperpersonal. Ini termasuk penerima, pengirim, saluran asynchronous komunikasi, dan umpan balik. Kadang-kadang, penerima pesan CMC akan mengembang persepsi mereka atau model mental tentang mitra online. Kurangnya face-to-face bersama isyarat sosial yang halus dipertukarkan melalui pesan. Akibatnya, penerima pesan CMC akan menciptakan kesan stereotip dan ideal dari orang lain. Interpretasi ini ideal dari orang lain berkontribusi untuk komunikasi hyperpersonal.
Selain itu, pengirim pesan CMC dapat terlibat dalam presentasi selektif diri. Dengan penghapusan penampilan fisik dan atribut vocal, CMC memungkinkan pengguna computer untuk mencerminkan, mengedit, pilih informasi, dan isyarat ditransmisikan ke penerima. Akibatnya, komunikator CMC berhati-hati dalam bagaimana mereka menampilkan diri. Selektif presentasi diri dalam bekerja lebih baik di CMC karena salah satu memiliki waktu untuk mempersiapkan dan mencerminkan sebelum mengirim pesan. Sebaliknya, CMC sinkron membutuhkan jawaban segera dari para peserta, sehingga lebih sulit untuk mengedit dan menyempurnakan pesan.
Ketika komunikasi tidak memerlukan orang untuk berpartisipasi pada saat yang sama, individu dapat berhubungan pada waktu internal yang nyaman. Sebagai contoh, e-mail menghilangkan kebutuhan untuk tag telepon dan berhubungan dengan seseorang pada waktu tertentu pula. Komunikator dapat berkonsentrasi pada tugas sosial dan dimensi komunikasi karena waktu yang dihabiskan tidak mengambil waktu yang lain. Akibatnya, beberapa peneliti telah menyarankan bahwa sifat asynchronous CMC membuat metode yang lebih baik komunikasi daripada interaksi face-to-face karena konstruksi pesan lebih disengaja.
Umpan balik merupakan elemen penting dalam CMC, dan kurangnya isyarat sosial dapat meningkatkan arti penting dalam pertukaran komunikasi. Tanpa umpan balik, CMC berakhir karena pengirim dan penerima harus memiliki konfirmasi perilaku dalam proses komunikasi. Selain itu, media dengan saluran komunikasi terbatas dapat menjunjung tinggi penerima interpretasi dari sebuah pesan. CMC dapat menghasilkan umpan balik intensif karena secara selektif pesan yang dikirim dan diterima secara selektif sering dipahami sebagai umpan balik positif.
Kurangnya isyarat sosial dikombinasikan dengan pertukaran interaktif pesan dapat menyebabkan pembentukan kesan positif. Umpan balik yang terjadi melalui pertukaran pesan interaktif, adalah karakteristik utama dari CMC Hyperpersonal.



BAB III
KESIMPULAN

Computer-Mediated Komunikasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. CMC diperiksa dan dibandingkan dengan media komunikasi lain melalui sejumlah aspek yang dianggap universal untuk semua bentuk teori komunikasi, termasuk komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, dan komunikasi hyperpersonal. Namun itu semua tidak terbatas pada sinkronisitas, kegigihan atau “recordability", dan anonimitas. Dalam komunikasi intrapersonal, setiap orang mempersepsi stimuli sesuai dengan karakteristik personalnya, maka dalam ilmu komunikasi, pesan diberi makna berlainan oleh orang yang berbeda. Beda halnya dalam komunikasi interpersonal. Di dalam teori ini, CMC merupakan salah satu sumber dalam meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal. Teori ini dapat dilihat dari semakin berkembangnya internet di kalangan masyarakat. Lalu bila dikaitkan dengan komunikasi hyperpersonal, hubungan komunikasi secara face to face kini memiliki nilai yang sama seperti halnya berkomunikasi melalui computer atau CMC. Seiring perkembangan teknologi, pesan atau informasi yang disampaikan dari komunikator pada komunikan terasa sama cepatnya seperti komunikasi secara langsung. E-mail dan papan pesan, di sisi lain, rendah dalam sinkronisitas sejak waktu respon bervariasi, tapi tinggi dalam ketekunan sejak pesan dikirim dan diterima akan disimpan. Properti yang CMC terpisah dari media lain juga termasuk kefanaan, alam multimodal, dan kurangnya relatifnya memerintah kode etik. CMC dapat mengatasi keterbatasan fisik dan sosial bentuk komunikasi lainnya. Oleh karena itu, memungkinkan interaksi antara orang-orang yang tidak berbagi ruang fisik yang sama.

posted under | 1 Comments

Perbedaan Teknologi Analog dan Teknologi Digital

Analog berarti kuno dan digital berarti moderen, analog murah dan digital mahal, atau analog berarti tidak seperti digital yang identik dengan angka-angka. Begitulah anggapan ”awam” tentang analog dan digital. Coba saja kita lihat istilah jam analog dan jam digital, perbedaannya adalah yang menggunakan ”jarum” adalah analog, dan yang berupa ”display” angka-angka adalah digital.
Analog dan digital sebenarnya lebih kepada istilah dalam penyimpanan dan penyebaran data. Data analog disebarluaskan melalui gelombang elekromagnetik (gelombang radio) secara terus menerus yang banyak dipengaruhi oleh faktor ”pengganggu”, sementara data digital merubah data menjadi sederhana yaitu hanya terdiri dari 0 dan 1 yang akan lebih mudah untuk disebarkan secara mudah tanpa terjadi ”gangguan”.
Pemahaman yang mudah tentang analog dan digital adalah pada pita kaset lagu dan file MP3. Jika kita meng-copy (menyalin) atau merekam pita kaset, tentu hasilnya banyak ditentukan oleh alat perekamnya, kebersihan ”head” rekam nya, dan sebagainya. Semakin banyak kamu merekam ke tempat lain, kualitas suaranya akan berubah. Tapi dengan meng-copy file MP3 secara digital, kita akan mendapat salinannya sama persis dengan aslinya. Berapapun banyaknya kita menggandakannya. Kini ada juga yang menyalin lagu-lagu dari pita kaset menjadi file atau disebut juga "men-digital-isasi". Namun dalam bidang audio ini, sistem analog masih memiliki beberapa ”keunggulan” dibanding sistem digital yang menyebabkan masih ada beberapa penggemar fanatik yang lebih menyukai rekaman analog.
Pada kamera, perbedaan kamera analog (manual) dan kamera digital hanya terletak pada media penyimpanannya. Kalau kamera sebelumnya menyimpan data gambar dalam bentuk film yang harus kita proses terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan fotonya, sementara kamera digital menyimpan data gambarnya dalam bentuk data digital yang bisa langsung kamu nikmati sesaat setelah dijepret.
Dalam bidang telekomunikasi, perbedaan telepon analog dan digital bukan berdasarkan jenis pesawat teleponnya, tetapi pada sistem di sentral teleponnya. Walaupun untuk mendukung sistem sentra yang digital, diperlukan pesawat telepon khusus. Begitu juga dengan siaran televisi analog dan digital. Siaran analog kadang terganggu oleh cuaca, letak bangunan, dan penyebab lainnya. Sementara siaran digital memiliki kualitas suara dan gambar yang lebih bagus, karena datanya tidak mengalami gangguan saat dikirim ke TV penerima.


A.TEKNOLOGI ANALOG
Teknologi analog merupakan proses pengiriman signal dalam bentuk gelombang. Signal
analog tersebut bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk gelombang kontinu (continue varying). Misalnya, ketika seseorang berkomunikasi dengan menggunakan telepon, maka suara yang dikirim melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui gelombang dan kemudian ketika gelombang ini diterima, maka gelombang tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk suara, sehingga si penerima dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara lainnya dari komunikasi tersebut. Signal analog merupakan pemanfaatan gelombang elektromagnetik. Misalnya pada teknologi telepon yang telah saya jelaskan sebelumnya, proses pengiriman suara dilewatkan melalui gelombang elektromagnetik yang bersifat variable dan berkelanjutan.
Namun pelayanan dengan menggunakan signal analog ini memang agak lambat dan gampang eror dibandingkan data dalam bentuk digital. Selain itu, kelemahan dari sistem ini yaitu tidak bisa mengukur sesuatu dengan cukup teliti karena kemampuan sistem analog untuk secara konsisten dan terus-menerus merekam perubahan yang terjadi, pasti selalu ada peluang keragu–raguan akan hasil yang dicapai. Dalam sistem analog ini, membutuhkan ketepatan koordinasi dan ketepatan angka–angka yang benar dan pas. Kesalahan kecil akibat kesalahan menghitung akan berdampak besar dalam hasil akhirnya. Maka sistem ini butuh ketepatan serta ketelitian yang akurat, salah satu bentuknya adalah otak kita.


B.TEKNOLOGI DIGITAL
Teknologi digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat.
Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu :
a.Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
b.Penggunaan yang berulang–ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
c.Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
d.Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.
Kelebihan informasi digital adalah kompresi dan kemudahannya yaitu dapat ditransfer ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal oleh teknologi internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau umumnya disebut dengan meng-upload. Cara seperti ini disebut online di dunia cyber.
Sistem transmisi digital menyediakan :
a.Tingkat pengiriman informasi yang lebih tinggi.
b.Perpindahan informasi yang lebih banyak
c. Peningkatan ekonomi
d.Tingkat kesalahan yang lebih rendah dibandingkan sistem analog.
Contoh yang pertama dapat kita lihat pada komputer. Komputer mengolah data yang ada secara digital, melalui sinyal listrik yang diterimanya atau dikirimkannya. Pada prinsipnya, komputer hanya mengenal dua arus, yaitu on dan off, atau istilah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0 (nol). Kombinasi dari arus on atau off inilah yang mampu membuat computer melakukan banyak hal, baik dalam mengenal huruf, gambar, suara, bahkan film–film yang menarik yang akan kita tonton dalam format digital.
Perkembangan teknologi digital dari komputer dapat mengakibatkan dampak positif dari segala pihak yang dapat memanfaatkannya. Contohnya saja untuk menerbitkan buku atau tulisan dapat secara online. Penjualan buku atau tulisan dapat dilakukan melalui internet tanpa melalui penjual seperti di pasar. Pengguna dapat membaca abstraksi sebuah buku atau tulisan dan sebuah buku utuh di toko buku.
Begitu juga dengan televisi digital. Televisi digital adalah standar baru transmisi gambar dan suara untuk menggantikan sistem analog yang ada sekarang. Selain keunggulan kualitas gambar atau suara, televisi digital juga menjanjikan penghematan yang luar biasa dalam hal lebar bandwidth sinyal siaran. Krisis keterbatasan alokasi frekuensi akan hilang sehingga akan lebih banyak channel yang bisa ditawarkan ke pemirsa. Tidak hanya itu, stasiun pemancar atau stasiun televisi juga bisa menggunakan beberapa sinyal dalam satu lebar gelombang yang sama dan memungkinkan untuk melakukan siaran atau menambahkan isi atau informasi tambahan dalam sinyal televisi digital. Untuk yang memanfaatkan televisi kabel/satelit, bisa memanfaatkannya untuk melihat jadwal atau informasi tambahan dalam bentuk teks dalam sebuah program/channel tertentu.

posted under | 9 Comments

Kuliah Teknologi Komunikasi Part II

Okeee balik lagi bersama saya disinii hehehee berarti ini adalah post saya yang ke 3 ya? Oke deeehh hehehhee (apasih laras?). Hmmm tadinya saya pikir blog yang baru saya buat ini bisa dijadiin tempat curhat dan tempat cerita kejadian-kejadian yang saya alami sehari-hari tapi ternyata engga karena tadi pak dosennya bilang kalau blog ini bisa jadi akses anak-anak komunikasi dalam mata kuliah teknologi komunikasi dengan pak dosennya, Pak Edi Santoso. Jadi kalau nanti ada tugas, kita (anak-anak komunikasi yang ikut mata kuliah Teknologi Komunikasi) bisa mengumpulkan lewat blog ini aja. Fuih berarti kesimpulannya blog ini saya pake khusus mata kuliah Teknokom aja deh jangan dibuat curhat yang lain-lain. Takutnya entar bapak dosennya baca dan ketahuan deh kebiasaan-kebiasaan saya yang ngga penting hehehehehhee

Hmmm hari ini tanggal 23 maret 2010 (tanggal dimana Papa saya tercinta berulang tahun hehe) kita anak-anak komunikasi kuliah lagi di pertemuan yang ketiga di mata kuliah Teknologi Komunikasi. Nah sekarang seperti my second post saya kemaren, saya mau cerita apa aja yang terjadi selama proses belajar mengajar berlangsung di matkul Teknokom. Let's go seet it!

Hari ini kita belajar tentang Dampak Teknologi Komunikasi.
Seperti yang kita pelajari di pertemuan kedua kemaren (atau di post blog sebelumnya) proses perkembangan teknologi melewati beberapa era, nah di pertemuan kali ini kita mempelajari dampak-dampaknya karena di setiap era pasti mempunyai pengaruh yang berbeda-beda.

Di TRIBAL AGE atau era dimana tempat manusia-manusia di masa lampau. Di slidenya pun tertulis, the sense of hearing, touch, taste, and smell were developed far beyond the ability to visualize. Sense of hearing adalah sense yang paling dominan diantara 4 senses yang lain. Namun 4 senses itu lebih cepat berkembang daripada kemampuan panca indera (mata).

Perubahan-perubahan pada era-era tersebut terjadi akibat semakin padatnya penduduk namun semakin sedikitnya SDA. Jadi untuk melengkapi kebutuhan tersebut dilakukan politik melalui didirikannya industri-industri yang pada awalnya didirikan oleh orang-orang asing.

Trus dosennya juga bilang, menurut tokoh siapaaa gitu saya kurang denger kalau the ear was king, hearing was believing. Entah siapapun tokoh yang berpendapat begitu, yang pasti saya setuju banget. Hehehehee.

Selanjutnya adalah THE AGE OF LITERACY.
- People who could read exchanged an ear for an eye.
Pada zaman dahulu kala, komunikasi dalam bentuk tertulis membuat orang-orang yang membacanya berpikir karena tidak semua dapat membaca pesan tertulis tersebut. Maka dari itu, sense of hearing paling dominan dan sangat membantu orang-orang terdahulu dalam berkomunikasi.
- Left brain point of view becomes possible.
Wah saya setuju banget sama pernyataan diatas heheee...

Selanjutnya lagi adalah THE PRINT ERA
Repeatability is the most important characteristic of movable type.

Next ada THE ELECTRONIC ERA AND THE INFORMATION (DIGITAL) ERA. Nah di fase inilah kita berada sekarang. Dan tidak bisa dipungkiri kita semua dan manusia lain di bumi ini bergantung. Tanpa barang elektronik seperti teve, radio, komputer, dsb kita belum tentu dapat menjalani rutinitas dan kita bisa ketinggalan informasi-informasi yang terjadi di sekitar kita. Walaupun ada beberapa sisi negatif yang dapat timbul akibat adanya teknologi, namun kita juga bisa mengambil dari sisi positifnya. Sebenarnya dalam pemakaian teknologi yang semakin marak belakangan ini (apalagi semakin tingginya tingkat kriminalitas di jejaringan pertemanan) namun saya percaya sekali kalau itu semua kembali lagi ke penggunanya masing-masing. Itu pinter-pinternya kita aja dalam memakai teknologi di jaman sekarang ini hehe.

Selanjutnya Pak Edi menyuruh kelas untuk membuat kelompok dan berdiskusi tentang dampak positif dan dampak negatif dari teknologi elektronik dan digital. Lalu saya ikutan berkumpul dengan kelompok saya dan membahas tugas yang dimaksud walaupun sempet ada beberapa gangguan dari salah satu teman saya yaitu ANITA FARADHILA yang minta ketemuan dan minta ditemenin ngumpulin tugas ke dosennya hahahhaa.

Oke deh mungkin segini dulu aja kali ya, relasi saya sudah mengajak pulang nih heheee
bubbye!





posted under | 1 Comments

Kuliah Teknologi Komunikasi Part I

Selasa, 9 Maret 2010 kelas Tekom pertama dimulai. Semua anak komunikasi dari angkatan lama sampai angkatan baru (kayak saya hehe) banyak banget yang dateng sampe-sampe kelas penuh dan tidak ada tempat yang tersisa. Dua teman saya yang bernama Dincas dan Firli pun jadi korban mahasiswa yang ngga kedapetan tempat sehingga mereka ngga bisa ikut kelas Tekom hari itu. Kasiaaaaaaaannnnn hahahahahahahahhaaa sukurin!!

Di kelas pertama ini, kita mempelajari tentang sejarah perkembangan teknologi komunikasi di dunia. Namun kata Pak Edi Santono, sang dosen, kita harus mengetahui dulu pengertian dari Teknologi Komunikasi. Lalu muncullah beberapa tulisan di slide. Tulisannya bilang, communication technology is a design for instrumental action that reduces the uncertainty in cause effect relationship involve in achieving a desired outcome. Jujur, saya juga pusing dan ngga terlalu ngerti banget sama maksud statement diatas, tapi yang saya tangkap dari omongan dosennya, beliau menekankan pada kata uncertainty (ketidakpastian). Katanya hidup ini adalah ketidakpastian. Dan teknologi diciptakan untuk memudahkan ketidakpastian itu. Manusia pun merupakan makhluk yang tidak dapat menentang ketidakpastian itu. Trus katanya lagi, technological innovation is essential for human development yang artinya pembaharuan teknologi pada dasarnya diciptakan untuk perkembangan manusia.


Selesai membahas pengertiannya, sekarang mulai masuk ke sejarah perkembangan teknologi komunikasi. Evolution of communication technology terdiri dari 4 era, yaitu:
a. Writing Era
b. Printing Era
c. Telecommunication Era
d. Interactive Communication Era

Nah sekarang saya mau menjabarkan di tiap-tiap masing era. FYI, penjabaran ini saya ambil berdasarkan apa yang saya denger dari omongan dosennya loh, bukan dari kesottoyan (sottoy = sok tahu) saya belaka hehee

1. Writing Era

Ini merupakan era dasar sebelum teknologi diciptakan. Semua peninggalan berupa tulisan dari orang-orang terdahulu dibukukan, dipelajari, bahkan dijadikan pedoman oleh manusia-manusia di zaman sekarang. Bahkan pada zaman purba, sebelum ada diciptakannya teknologi, berkomunikasi dapat dilakukan melalui tulisan/simbol/gambar yang ditulis di batu, gua, daun, atau dimanapun.Tulisan pada tanah liat dilakukan oleh orang Sumeria (4000 SM). Di China, Phi Sheng menemukan alat cetak tulisan pada buku yang dapat bergerak. Di Korea, ditemukan jenis logam sebagai pengganti tanah liat. Hampir semuanya ditemukan oleh orang-orang timur.
Perlu ditekankan di era ini bahwa menulis yang kita anggap sederhana padahal sebenarnya sangat berpengaruh pada kehidupan manusia selanjutnya. Dari menulis, manusia mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang telah didokumentasikan. Tanpa menulis, teknologi belum tentu akan berkembang seperti sekarang ini.

2. Printing Era
* 1450 M, Johann Gutenberg menemukan mesin cetak.
*1833 M, Penny Press mencetak sampai dengan 4000 eksemplar. Penny Press adalah koran terbesar ketika itu yang bisa mencetak sampai 4000 eks. (1 penny=1 sen)

Kata Pak Edi, ada perbedaan antara teknologi writing dengan teknologi printing, yaitu:
Teknologi Writing = inovasi menjadi pengetahuan.
Teknologi Printing = inovasi menjadi pengetahuan yang lalu dipublikasikan.

Hhmmmm selanjutnya Pak Edi menjelaskan tentang Telecommunication Era dan Interactive Communication Era dengan berdasarkan sumber yang ada di slide, tapi berhubung waktu itu saya udah merasa bosan di kelas, ditambah lagi teman di sebelah kanan saya yang bernama IMMANUEL MINDYA mulai mengganggu dan mengajak ngobrol, konsentrasi saya pun mulai pudar dan engga karuan. Jadinya saya ngga bisa menjabarkan dua era terakhir deh hehe maaf ya teman-teman dan bapak dosen (hihi). Saya juga bingung siapa yang salah entah noel yang ngajak saya ngegossip atau saya yang mau diajak ngegossip sama dia, whatever it takes, yang penting saya (kurang lebih) mengerti sejarah teknologi, bisa lihat foto-foto teknologi jadul yang ada di slide, dan menyadari kalau
teknologi bersifat abadi dan berguna bagi kehidupan manusia. Dan satu lagi, teknologi pasti akan berkembang dan terus berkembang sesuai zamannya. We'll see!

posted under | 1 Comments

HELLO :)

Haloo semuaaaaaaaaaa....................
Welcome to LARAS MAHARANI'S WORLD!!
This is my first post in my new blog, so i hope you can read and enjoy my blog.
(Akhirnya gue punya blog jugaa! hihihihi)

Oh iya sebelum gue mengakhiri post ini, gue mau thanks to IMMANUEL MINDYA yang udah membantu dan menemani gue membuat dan mengedit first post ini. Thanks Noel! :9

Udah ya, daaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh......
xoxo. Laras Maharani

posted under | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Beranda

Followers


Recent Comments