Hubungan CMC dengan Tiga Model Komunikasi (Intrapersonal, Interpersonal, Hyperpersonal)

NAMA : LARAS MAHARANI
NIM : F1C009004
JURUSAN: ILMU KOMUNIKASI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik


BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Computer-Mediated Komunikasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa CMC dapat menyebabkan banyak perubahan dalam cara orang berkomunikasi satu sama lain dan dapat mempengaruhi pola komunikasi dalam jaringan sosial seperti facebook, twitter, dll yang sekarang ini banyak digunakan oleh orang-orang untuk berkomunikasi. Dengan kata lain, CMC menyebabkan dampak sosial. Rice & Gattiker (2001) menyatakan bahwa CMC berbeda dari komunikasi tatap muka. CMC membatasi tingkat sinkronisitas interaksi yang dapat menyebabkan penurunan interaktivitas. Selain itu, CMC dapat mengatasi dependensi ruang dan waktu. Bersama dengan argument ini penggunaan secara keseluruhan menggunakan hasil CMC di beberapa perbedaan dengan komunikasi tatap muka.
b. Rumusan Masalah
1. Bagaimana definisi dan karakteristik CMC?
2. Apa definisi secara lengkap mengenai komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, dan komunikasi hyperpersonal?
3. Bagaimana hubungan CMC dengan ketiga teori komunikasi tersebut?






BAB II
PEMBAHASAN

Computer-mediated Communication (CMC) didefinisikan sebagai suatu transaksi komunikasi yang terjadi melalui penggunaan dua atau lebih komputer jaringan. Penelitian CMC berfokus terutama pada dampak sosial yang berbeda yang didukung teknologi komunikasi komputer. Banyak studi baru-baru ini melibatkan internet berbasis jaringan sosial yang didukung oleh perangkat lunak sosial.
Berbagai bidang studi fenomena dari ahli yang dapat dijelaskan di bawah payung istilah CMC. Misalnya, banyak mengambil ‘PSIKOLOGI KOMUNIKASI’ pendekatan CMC dengan melihat bagaimana manusia menggunakan "komputer" (atau media digital ) untuk mengelola interaksi interpersonal, jejak bentuk, membentuk, dan mempertahankan hubungan. Studi-studi ini sering difokuskan pada perbedaan antara online dan interaksi offline, meskipun penelitian kontemporer bergerak ke arah pandangan bahwa CMC harus dipelajari sebagaimana tertanam dalam kehidupan sehari-hari.
Cara manusia berkomunikasi dengan profesional, sosial, dan lingkungan pendidikan sangat bervariasi, tidak hanya tergantung pada lingkungan tetapi juga metode komunikasi di mana komunikasi terjadi.
Salah satu bentuk populer CMC adalah e-mail. Selain itu weblog (blog) juga menjadi popular yang semakin baik memungkinkan pengguna untuk setiap "menjadi publisher mereka sendiri".

a. Komunikasi Intrapersonal
Dalam komunikasi intrapersonal, setiap orang mempersepsi stimuli sesuai dengan karakteristik personalnya, maka dalam ilmu komunikasi, pesan diberi makna berlainan oleh orang yang berbeda. Words don’t mean, people mean. Kata-kata tidak mempunyai makna, oranglah yang memberi makna.

Komunikasi intrapersonal meliputi sensasi, persepsi, memori, dan berpikir. Sensasi adalah proses menangkap stimuli. Persepsi adalah proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Dengan kata lain, persepsi mengubah sensasi menjadi informasi. Memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berfikir adalah mengolah dan memanipulasikan informasi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan respons.
Apabila kita tarik benang merah antara komunikasi intrapersonal dengan teori CMC, dari segi persepsi, kita dapat mengambil contoh kasus seperti ini: ketika seseorang sedang berkomunikasi dengan seorang yang tak dikenalnya melalui dunia maya/internet seperti yahoo messenger dan windows live messenger, seseorang itu dapat membuat sebuah persepsi mengenai lawan bicaranya dari segi tata bahasa, model tulisan, isi pembicaraan, dll. Apabila lawan bicaranya cerdas, asik, dan nyambung, maka terbentuklah komunikasi yang efektif. Akan tetapi apabila lawan bicaranya terlalu berlebihan dan tidak nyambung, pasti komunikasi tidak akan berjalan secara baik.

b. Komunikasi Interpersonal
Kita dapat memahami makna atau pengertian dari komunikasi interpersonal dengan
mudah jika sebelumnya kita sudah memahami makna atau pengertian dari komunikasi intrapersonal. Seperti menganonimkan saja, komunikasi intrapersonal dapat diartikan sebagai penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri. Jadi dapat diartikan bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang membutuhkan pelaku atau personal lebih dari satu orang. R Wayne Pace mengatakan bahwa komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung antara 2 orang atau lebih secara tatap muka. Komunikasi Interpersonal juga berlaku secara kontekstual bergantung kepada keadaan, budaya, dan juga konteks psikologikal. Cara dan bentuk interaksi antara individu akan tercorak mengikuti keadaan-keadaan.
Menurut Drs. Jalaluddin Rahmat, M.Sc. lewat bukunya yang berjudul Psikologi
Komunikasi, beliau menjelaskan tentang sistem dalam komunikasi interpersonal, seperti:
• Persepsi Interpersonal
• Konsep Diri
• Atraksi Interpersonal
• Hubungan Interpersonal.
• Dalam tulisan ini, Tim Penulis hanya menjelaskan point hubungan interpersonalnya saja. Karena Tim Penulis beranggapan, pembahasannya terlalu rumit dan dianggap dalam point hubungan interpersonal pembahasannya jelas sehingga mudah dimengerti.

Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik.
Kegagalan komunikasi sekunder terjadi, bila isi pesan kita dipahami, tetapi hubungan di antara komunikan menjadi rusak. Anita Taylor mengatakan Komunikasi interpersonal yang efektif meliputi banyak unsur, tetapi hubungan interpersonal barangkali yang paling penting. Jadi, untuk menumbuhkan dan meningkatkan hubungan interpersonal, kita perlu meningkatkan kualitas komunikasi.
CMC merupakan salah satu sumber dalam meningkatkan kualitas komunikasi. Apalagi komunikasi interpersonal semakin berkembang dengan adanya internet. Salah satu contoh kasus sebagai berikut: Suatu hari dua orang yang berasal dari Sumatera dan Maluku bertemu secara face-to-face, lalu mereka memutuskan untuk bertukar alamat e-mail masing-masing demi terus menjaga kelangsungan komunikasi keduanya. Lewat internet, mereka tetap bisa berkomunikasi walaupun jarak jauh. Dari kasus diatas, diawali dari komunikasi interpersonal, dua orang tersebut dapat mengembangkan komunikasi melalui CMC.

c. Komunikasi Hyperpersonal
Dalam beberapa kasus, tingkat kasih sayang dan emosi yang berkembang melalui hubungan CMC dapat sama atau melampaui-to-face hubungan muka. Walther (1996) menyebut fenomena ini komunikasi hyperpersonal. Hyperpersonal CMC terjadi ketika CMC “sosial lebih diinginkan daripada kita cenderung mengalami di {FTF paralel Face-to-Face interaksi}”
Walther (1996) menunjukkan bahwa empat perbedaan terkait unsur-unsur pengaruh CMC Hyperpersonal. Ini termasuk penerima, pengirim, saluran asynchronous komunikasi, dan umpan balik. Kadang-kadang, penerima pesan CMC akan mengembang persepsi mereka atau model mental tentang mitra online. Kurangnya face-to-face bersama isyarat sosial yang halus dipertukarkan melalui pesan. Akibatnya, penerima pesan CMC akan menciptakan kesan stereotip dan ideal dari orang lain. Interpretasi ini ideal dari orang lain berkontribusi untuk komunikasi hyperpersonal.
Selain itu, pengirim pesan CMC dapat terlibat dalam presentasi selektif diri. Dengan penghapusan penampilan fisik dan atribut vocal, CMC memungkinkan pengguna computer untuk mencerminkan, mengedit, pilih informasi, dan isyarat ditransmisikan ke penerima. Akibatnya, komunikator CMC berhati-hati dalam bagaimana mereka menampilkan diri. Selektif presentasi diri dalam bekerja lebih baik di CMC karena salah satu memiliki waktu untuk mempersiapkan dan mencerminkan sebelum mengirim pesan. Sebaliknya, CMC sinkron membutuhkan jawaban segera dari para peserta, sehingga lebih sulit untuk mengedit dan menyempurnakan pesan.
Ketika komunikasi tidak memerlukan orang untuk berpartisipasi pada saat yang sama, individu dapat berhubungan pada waktu internal yang nyaman. Sebagai contoh, e-mail menghilangkan kebutuhan untuk tag telepon dan berhubungan dengan seseorang pada waktu tertentu pula. Komunikator dapat berkonsentrasi pada tugas sosial dan dimensi komunikasi karena waktu yang dihabiskan tidak mengambil waktu yang lain. Akibatnya, beberapa peneliti telah menyarankan bahwa sifat asynchronous CMC membuat metode yang lebih baik komunikasi daripada interaksi face-to-face karena konstruksi pesan lebih disengaja.
Umpan balik merupakan elemen penting dalam CMC, dan kurangnya isyarat sosial dapat meningkatkan arti penting dalam pertukaran komunikasi. Tanpa umpan balik, CMC berakhir karena pengirim dan penerima harus memiliki konfirmasi perilaku dalam proses komunikasi. Selain itu, media dengan saluran komunikasi terbatas dapat menjunjung tinggi penerima interpretasi dari sebuah pesan. CMC dapat menghasilkan umpan balik intensif karena secara selektif pesan yang dikirim dan diterima secara selektif sering dipahami sebagai umpan balik positif.
Kurangnya isyarat sosial dikombinasikan dengan pertukaran interaktif pesan dapat menyebabkan pembentukan kesan positif. Umpan balik yang terjadi melalui pertukaran pesan interaktif, adalah karakteristik utama dari CMC Hyperpersonal.



BAB III
KESIMPULAN

Computer-Mediated Komunikasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. CMC diperiksa dan dibandingkan dengan media komunikasi lain melalui sejumlah aspek yang dianggap universal untuk semua bentuk teori komunikasi, termasuk komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, dan komunikasi hyperpersonal. Namun itu semua tidak terbatas pada sinkronisitas, kegigihan atau “recordability", dan anonimitas. Dalam komunikasi intrapersonal, setiap orang mempersepsi stimuli sesuai dengan karakteristik personalnya, maka dalam ilmu komunikasi, pesan diberi makna berlainan oleh orang yang berbeda. Beda halnya dalam komunikasi interpersonal. Di dalam teori ini, CMC merupakan salah satu sumber dalam meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal. Teori ini dapat dilihat dari semakin berkembangnya internet di kalangan masyarakat. Lalu bila dikaitkan dengan komunikasi hyperpersonal, hubungan komunikasi secara face to face kini memiliki nilai yang sama seperti halnya berkomunikasi melalui computer atau CMC. Seiring perkembangan teknologi, pesan atau informasi yang disampaikan dari komunikator pada komunikan terasa sama cepatnya seperti komunikasi secara langsung. E-mail dan papan pesan, di sisi lain, rendah dalam sinkronisitas sejak waktu respon bervariasi, tapi tinggi dalam ketekunan sejak pesan dikirim dan diterima akan disimpan. Properti yang CMC terpisah dari media lain juga termasuk kefanaan, alam multimodal, dan kurangnya relatifnya memerintah kode etik. CMC dapat mengatasi keterbatasan fisik dan sosial bentuk komunikasi lainnya. Oleh karena itu, memungkinkan interaksi antara orang-orang yang tidak berbagi ruang fisik yang sama.

posted under | 1 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Followers


Recent Comments